by

Crows Zero 2007 full movie bahasa indonesia

Jangan tersinggung. Ini hanyalah sebagai contoh. Ken Abadikanlah dirimu. Genji! Terbanglah! Genji.. Genji.. Genji.. Sialan! Jika aku tidak bertemu denganmu, hidupku pasti… SMA laki-laki ‘Suzuran’ “Raja Suzuran” “Tamao Serizawa” “Raja Suzuran” “Genji Takiya” Masa muda hanya sekali seumur hidup. Gunakanlah dengan baik. Selanjutnya, sepatah kata dari wakil pelajar kelas satu. Selanjutnya, sepatah kata dari wakil pelajar kelas satu. Kami melihat suzuran dapat memberikan suatu pengetahuan dan pembelajaran.

Kami melihat suzuran dapat memberikan suatu pengetahuan dan pembelajaran. Kami melihat suzuran dapat memberikan suatu pengetahuan dan pembelajaran. Kami melihat suzuran dapat memberikan suatu pengetahuan dan pembelajaran. Kami melihat suzuran dapat memberikan suatu pengetahuan dan pembelajaran. Untuk membentuk pelajar yang berguna bagi masyarakat. Untuk membentuk pelajar yang berguna bagi masyarakat. Untuk membentuk pelajar yang berguna bagi masyarakat. Untuk membentuk pelajar yang berguna bagi masyarakat. Untuk membentuk pelajar yang berguna bagi masyarakat. Untuk membentuk pelajar yang berguna bagi masyarakat. Untuk membentuk pelajar yang berguna bagi masyarakat. Yo, dengar semua! Yo, dengar semua! Yo, dengar semua! Yo, dengar semua! Di Suzuran ini… Lelaki ditentukan oleh pukulannya. Tapi semua itu hanya sejarah tidak seorang pun pernah menaklukan sekolah ini.

Siapa yang akan merubahnya? Akulah orangnya! Sekian pidatonya! Jangan lebay, kepala cumi! Siapa yang kepala cumi? Kau. Jangan gaduh, anak-anak. Tolong, jangan gaduh. Seharusnya ini hari perayaan. Jangan merusak upacara pengukuhan ini. Dan mengecewakan orang tua anda. Murid baru tahun ini sepertinya… sangat bersemangat. Ada masalah besar! Yakuza datang! Seseorang hubungi polisi, cepat! Semua tolong tenang! Berhenti! Ada sesuatu di luar! Coba lihat! Aku mencari seseorang yang bernama Tamao Serizawa. Dia membuat teman kami masuk rumah sakit. Keluarlah. – Yo, bro. – Apa? – Tolong belikan aku soda. – Dan kopi untukku. – Aku coklat panas. – Dan kau? – Aku es krim.

– Es krim? Kau bercanda? – Biar kami yang urus ini. – Kau santai saja. Kami akan menyelesaikannya saat kau kembali – Pergilah. – Kau yakin? – Ambil ini. Kau juga. – Tentu. Baiklah, kuserahkan pada kalian. – Sampai jumpa. – Tenang saja. Siapa Serizawa? Dia monster sekolah kita. Dia di anak kelas tiga. Baiklah Serizawa. Tunjukkan dirimu! Cepatlah sedikit. Tamao! – Aku siap, sobat! – Baguslah kalau begitu. Apa? Cepat naik. – Kau jalan kaki. – Tapi kau tidak bisa naik motor kan?. Hey. Tamao! Kenapa kau membohongiku? Hati-hatilah. Brengsek! Serizawa.. Kau sudah punya SIM belum? – Kau Tamao Serizawa? – Hey! Tunggu! Jangan menyusahkan pegawai sipil. Carilah pekerjaan lain. Bodoh! Berhentilah mengikutiku! Awas! Hey, minggir! Minggir! – Serizawa! – Jangan jadi pengecut! Serizawa! Pengecut! Jangan menyusahkan orang lain! Minggir! – Bukankah mereka mencariku? – Entahlah. Aku belum pernah melihatmu. Aku anak pindahan. Serizawa! Kau Tamao Serizawa? Sepertinya kita datang ke sekolah yang benar-benar gila. Bukankah kau ingin menaklukkan sekolah ini Kepala Cumi? Crows Zero THE STREET BEATS di sini. Bersiap untuk nge-Rock? Pasti rasanya kesepian pindah ke sekolah baru di tahun ketigamu. Benar, Takiya? Ushiyama.. Kau memang banyak omong. Jangan marah. Perkenalkan, Ruka Aizawa. Jadi, katakan padaku… Kenapa kau pindah ke Suzuran? Sekolah itu adalah…

Sekolah yang paling rusuh di negara ini. Untuk menjadi raja lah.. Apa lagi? Terdengar seperti Yakuza. Sebaiknya kau keluar dari situ. Mari kita teruskan dengan lagu slow Rock. Ratu RnB kita. Apa aku mengganggu? Ya. Ayo kita nge-Rock sampai pagi. Suasana makin memanas! Semakin panas! Kau jalani saja dengan caramu. Aku mau kau jadi dirimu sendiri. Benar tidak, Reiko? Seiko. Seiko. Boss.. Anakmu pulang. Maafkan kami. Reiko. Maafkan kami. Kemarilah. Mana aku tahu. Aku baru saja masuk. Sikap lelaki sejati bukanlah seperti itu. Nasihat dari seorang lelaki yang tak dapat menaklukkannya. Tuan muda…

Jaga mulutmu. Aku bukan kau. Aku akan berhasil. Seperti apa yang ayah harapkan kepada anaknya. Lalu aku akan ambil alih bisnis ini seperti yang kau janjikan. Yang benar saja. Pertama menguasai Suzuran lalu menggeserku dalam organisasi? Jangan lupakan kata-kata itu. Aku akan melakukannya lebih baik darimu. Siapa yang melakukan itu? Sepertinya seorang anak baru kelas satu sekolah ini. Biarkan saja mereka. Fokus untuk kelas tiga. Mari mulai… Kelas B, C, D, dan E dalam urutan. “Mikami Brothers” dalam kelas B. Thirteen Orphans! Yang benar saja! Kau curang lagi, kan? Tidak. Maksudku itu! Yeah! Genji? Tokaji! Tenang. Ok? Siapa pecundang ini? – Teman lamaku dari SMP. – Jadi? Kubilang tenang! OK? – Bagaimana kabarmu. Tokio? – Baik. – Kau yang menghapus itu? – Sebenarnya.. Tamao Serizawa. Kudengar kau yang paling hebat di sini. Buktikanlah. Tunggu dulu, Genji. Kenapa kau ingin melawan Tamao? Hey! Tamao. Jangan! Aku dapat Thirteen Orphan, tahu! Padahal aku hampir menang! – Serizawa! – Apa?! “Mikami Brothers” Bagus sekali. Maaf Genji. Kami tak ada waktu untuk meladenimu sekarang. Jika kau ingin kalahkan Tamao, Habisi dulu anak kelas dua. Rinda-man. Kalau sudah mengalahkannya, datanglah sini.

Hey. Serizawa! Ayo selesaikan ini! Kami ada urusan lain. Hanya kali ini. – Hey! Buronan! – Ayo lihat siapa lebih hebat. Sejak kapan Rinda-man jadi anggotamu, hah? Kau terlalu lemah untuk mengalahkannya. – Rinda-man, kelas dua. – Apa dia hebat? Ya. Kudengar dia pernah mengalahkan… 10 orang sekaligus saat jadi anak baru. Kudengar 50 orang. – Omong kosong. Setahuku 100 orang. – Itu tak mungkin. – Semuanya masuk rumah sakit pula. – Di mana? Bukan itu masalahnya. Terlebih lagi sebagian dari mereka tidak berani kembali lagi. Kau Rinda-man? Akhirnya ketemu juga kau.

Mari kutunjukkan apa akibatnya, jika berurusan dengan Yakuza. Kau akan mati, Serizawa. Aku? Tidak mungkin. Jangan membuatku marah! Hey. Kau tidak apa-apa? Sebenarnya. Aku alumni Suzuran. Semua orang memanggilku “Jarhead Ken” Datang, lalu menguasainya. – Menguasai Suzuran? – Ya. Kau tak percaya? Kau masih belum paham, hah? Butuh sesuatu yang lebih dari sekedar pukulan hebat, untuk mengambil alih sekolah seperti Suzuran. Sebagai contoh, butuh sifat kepemimpinan dan sosok seorang pahlawan. Apa lagi? Diplomasi. Dan persepsi yang tajam. Itu semua mempengaruhi berbagai hal. Kau punya semua itu? Bisakah kau berhenti bertindak kurang ajar? Tidak bisa. Aku baru di Suzuran. Aku belum tahu semuanya. Jadi? Kau bisa membantuku? Aku tidak bisa membantumu. Baiklah. Aku memohon padamu. Ken. Baiklah, baiklah. Berhenti. Kau datang ke orang yang tepat. – Benarkah? – Kau tak perlu meminta dua kali.

Aku akan memberitahumu bagaimana cara menguasai kelasmu. Caranya hanyalah… berikan kesan. Dengan suara yang meyakinkan. Baiklah, siapa yang berkuasa disini? orang yang paling hebat di kelas ini. Siapa? Aku. Siapa kau? Kau menang. Mulai saat ini, aku penguasa kelas ini. Jika kau patuh padaku, “Akan kutunjukkan bagaimana impian kalian terwujud” Bagaimana? Kau tahu, saat kau se-level denganku, kata-kata seperti itu akan sangat pas. – Apakah kau pernah melakukannya? – Tentu saja. Aku cerita berdasarkan pengalaman. Tapi ini lain. Bukan aku yang bilang itu. Sial, panas sekali! – Selamat pagi! – Selamat pagi Boss! Kenapa Boss memandang seperti itu? Jaket yang bagus. Apa? Tidak apa-apa, boss. Aku harap suatu hari nanti aku dapat memakai jaket sebagus jaket Boss. Di mana semua uang? Kau sudah kumpulkan semua hutang? Mereka meminta kami agar memberi waktu sebentar lagi bulan ini. Bodoh. Maaf. Ryuseikai ada di kawasan kita.

– Maafkan aku. – Gara-gara kau. Maafkan aku. Apa mereka mengacaukan kerjaan kita? Maafkan aku. Maafkan aku. Semasa kecil, aku dan genji suka cari tempat yang bagus untuk melihat matahari terbenam. Aku mengira kami akan menjadi teman selamanya. Tapi semuanya tinggal kenangan. Aku siap menjatuhkannya. Aku mengerti. Menurutmu, mungkinkah sesuatu akan berubah antara kita suatu hari nanti? Untukku, tidak akan ada yang berubah. Siapa pun yang berani melawan kita di Suzuran, akan kuhancurkan. Kau tenang saja. Ini kelas Tamura Hai. Panggil aku Chuta. Tunggu, ini berarti, strategi kita berhasil? Kau memang hebat, Genji. Jadi beritahu aku, Chuta. jelaskan mengenai struktur kekuasaan di Suzuran. Okay.. Aku akan mulai dari awal. Kau pernah dengar “The Armored Front”? Ya. Tapi mereka tidak ada kaitannya dengan Suzuran. Ketua mereka, Hideto Bando. Masuk tahun ini sebagai anak kelas dua. Aku dengar, jangan pernah berurusan dengannya. Dan ada juga pelajar di kelas satu. “Ebizuka Junior High Trio” Kirishima, Honjo, dan Sugihara. Bagaimana dengan Rinda-man? Dia bergerak seorang diri di Suzuran. Dia di level yang berbeda. kedengarannya seperti monster. Tidak. Monster yang sebenar ialah Tamao Serizawa. Dialah orang yang hampir menguasai Suzuran.

Anak buah terdekat Serizawa ialah Yuji Tokaji. Dia sudah berkomplot dengan serizawa selama 2 tahun. Orang-orang menyebutnya, otak dari pasukan Serizawa. Seorang lagi anak buah Serizawa ialah Shoji Tsutsumoto. Merupakan juara Judo. Kemudian teman SMP Genji, Tokio Tatsukawa juga bersama mereka. dia dekat dengan Serizawa. Mereka seperti partner. Lalu orang yang mereka patuhi, Raja yang paling ganas. Tamao Serizawa. Bersama-sama mereka berhasrat menaklukkan Suzuran. Tapi tak pernah berhasil. Kelas B diketuai oleh “Mikami Brothers” Telah bergabung bersama Serizawa. Setelah B, kemudian C, hah? Kelasku. Sebaiknya kau hentikan pertarungan tak berguna ini. Kami takkan mengibarkan bendera putih tanpa bertarung. Baiklah Itu yang akan kau inginkan. Akan kami tunggu Kelas C diketuai Takashi Makise Dia dikalahkan Serizawa berkali-kali, tapi tetap saja melawan. Karena itulah dia memiliki banyak pengikut. Dia tidak bisa di taklukkan menggunakan kekuatan fisik, hah? Apa kelemahannya? Dia lemah dengan perempuan. Jadi, itu saja. Ayo carikan perempuan untuknya Caranya? Hai, gadis! Tunggu, tunggu, tunggu! Beritahu aku namamu. Untuk apa? Aku akan bayar. Tolongah, akan kubayar. Ayolah! Luangkanlah sedikit waktu denganku! Baiklah. Benarkah? Itu menculik namanya. Hanya butuh satu atau dua wanita. Tolonglah, Satu atau dua saja…

Biar kucarikan untukmu. Tunggu di sini. Kau mau ke mana? – Kau sedang apa? – Memotong sayur Untuk apa? Ini rumahku Tak mungkin. Terlalu mudah? Itu mengingatkanku. Tamao. Kau berhutang 2.000 dollar untuk perbaikan motorku. Akan kumasukkan atas namamu. Serizawa! Ayo bertarung! Selesaikan PR-mu saja. Tak semudah itu. Dasar pendek! Menurutku dia anak kelas kedua. Taklukkan dahulu anak-anak kelas dua Kau memang berani. Siapa namamu?? Gota Washio. Aku Manabu. Usaha yang bagus. Kudengar kau memanggilku ke sini. Besar juga nyalimu. – Aku memanggilmu karena… – Aku tahu. Walaupun kau mengalahkanku, pengikutku tidak akan mengikutimu. Grup Kencan. Berminat? Grup Kencan “Love Love”? Mungkin ini tidak cocok untukmu. Jika aku tidak dapat kekasih hari ini, perjanjian batal. Kau yakin dengan ini? Tenang. Kontak jodoh adalah keahlianku. Tenang. Kontak jodoh adalah keahlianku. Selamat datang. Maaf kami terlambat.

– Temanku. – Aku Yu Aku Kioko Aku Ken, tubuhku kecil, tapi punya kemampuan. Orang besar. bersikap baik. Ini Genji. Dan ini… Aku… um.. Makkie. Namamu seperti merk “spidol permanent”. Wow, merdunya suaramu. Makise Tenang. Baiklah. Aku terkadang muncrat tanpa melakukan apa-apa. Muncrat bagaimana? Muncrat bagaimana? Apa kau mau memaksa laki-laki untuk menjelaskannya? Bagaimana kalau kita duduk saja? Pasti akan menyenangkan. Dia sedikit gugup. Cheers! Terima kasih. Kau tidak minum? Bagaimana kalau makan snack? Aku suka coklat.

Tidak mau? Bagaimana kalau kita main game? Permainan “Yamanote Line” Apa itu? Apa maksudnya ini? Apa maumu? Ken. Ini memang tidak berhasil sejak awal. Benarkah? Semuanya berjalan lancar. Baiklah. Aku tahu. Biar aku yang urus. Ini terlalu cepat, tapi… Ini darurat. Chuta? Sepertinya asik sekali di sini. Boleh aku ikut? Oh, siapa ini? Aku sangat ahli bermain sulap jari. Hey, kau! Lepaskan kekasihku.

Atau apa? Hah? Ayo! Chuta! Kau tidak apa-apa? Jangan panggil namanya! Mereka akan tahu rencana kita! Aku mengerti. Sulit dipercaya. Ayo pergi. Kau memang brengsek. Sangat brengsek. Kau menangis yah? Dasar aneh. Berhenti menangis! Aku sudah mengantar Chuta pulang. – Aku minta maaf soal yang tadi. – Lupakan saja. Bagaimana kalau… Aku bawa kau ke tempat pijat? Tempat pijat? Ya. – Betulkah? – Tentu. Genji! kenapa kau? Marah? – Tempat pijat? – Ya. – Benarkah? Kau menangis? – Tempat pijat? – Ya Mula-mula, lakukan di atas ranjang. Kemudian kau akan di olesi minyak. Ada apa? Kau sakit? Maaf mengganggu. Boleh aku beli celana? dan celana dalam juga. Kau terlihat sangat keren! Bagus sekali! Yang mana depannya? Aku pakai celana perempuan! Sampai jumpa.

Makise. Sampai jumpa. Takiya! Kelas C. Adalah milikmu. Terima kasih. Mari bekerjasama! Kau. Pin nomor 7! Luruskan barisanmu! Kau terlalu rapat! Beri jaraklah sedikit! Bodoh! Nomor 1! Ok. Bagaimana? Ayo mulai! – Diamlah! – Biarkan dia konsentrasi! Yang bergerak, mati! Baiklah, ayo mulai! Semuanya beres! Ada masalah besar! Makise bergabung dengan Genji! Berisik sekali kau! Makise juga merekrut Izaki. – Izaki dari kelas D? – Ya! Kau yakin? Izaki itu kuat! Dan gila! Berhentilah mengeluh. Ayo mulai! Siap… Tembak! Strike!! Biarkan saja mereka. Kita jadi bisa kalahkan mereka sekaligus. Betul kan? Ya. Dia tampak pucat. Mungkin dia flu. Orang kaya memang gampang terserang penyakit setiap pergantian musim. Dasar kau. Sekarang kitalah penguasa kelas satu. Sangat luar biasa.

Sebagai alumni SMP dan juga sebagai kakak kelasmu. Kau membuatku bangga. Jangan terlalu sombong, Izaki. Kami siap menghabisimu juga. Hiromi, kau tahu dengan siapa kau bicara? Aku bersekutu dengan Hiromi. Usia tidak penting di Suzuran. Temui aku kapan saja. Dan kau. Potong rambutmu dahulu. Dia sendiri belum bisa menguasai kelas tiga. Persaingan sangat ketat di sini. Benarkah kau mau bergabung dengan kami? Ya, tapi dengan satu syarat. Aku yang akan melawan Serizawa saat waktunya tiba. Bukan kau. Apa? Kau memang bodoh. Tidak ada yang namanya jujur dalam peperangan. Hilang sudah rasa hormatku terhadap Makise. Aku kira aku sudah memberimu peluang. Tapi tetap saja kau tak akan bisa kalahkan Serizawa.

Aku belum selesai, bodoh! Baiklah, siapa lagi? Genji! Genji! Genji! Genji! Izaki! Kenapa kau ikut orang ini? Jangan bilang karena dia mencarikanmu kekasih. Tak ada alasan. Entahlah, akupun tak bisa menjelaskannya. Beritahu kepada dia nanti… “Besok, aku akan mengajari dia cara melempar anak panah” Kau kelihatan senang. Tentu saja aku gembira. Sekarang, kau meneruskan perjuanganku yang tak kesampaian. Terima kasih telah menjadi bagian dari diriku. – Berhentilah sok keren. – Kau yang membuatku jadi sok keren. Hey. Bukankah itu…? Itu Ruka! Akan ku iris muka cantikmu. – Ada apa ini? – Tunggu di sini. – Apa yang akan kau lakukan? – Kau siapa? Kau tahu hal apa yang paling aku benci? Yaitu Lelaki yang membawa pisau lalu mengancam perempuan. Maaf tentang yang kemarin. Biarkan aku menebus kesalahanku. Bawa Ruka menjauh dari sini. Kau sudah kalah jumlah. Kau harus membawa orang-orangmu ke puncak Suzuran. Berhenti mengganggu dan pergi dari sini. Ku bunuh kau! – Diam kau. – Bawa Ruka pergi dari sini. Kubilang jangan berlagak hebat. Sekali-kali, apa salahnya. Sekarang pergi! Mau melawanku? Berapa umurmu? Cukup tua untuk bisa menghajarmu. Ayo! Tahan dulu! Diam di situ! Tunggu, tunggu! Dengarkan aku! Aku Ken Katagiri.

Namaku bisa menenangkan bayi yang menangis. Aku orang berpangkat dalam Sindikat Keluarga Soshu. – Apa itu? – Apa? Kami tidak peduli! – Mundur! – Jangan mendekat! Jangan mendekat seorang pun! Aku… tak berdaya. Kami mendapat panggilan. Kukira darimu. Detektif Kuroiwa? Bukankah kau sudah terlalu tua untuk ini? Masa bodoh. Itu mengingatkanku. Aku menentang “Nakai”. Orang yang berkuasa di Suzuran pada masa mu. Dia sebenarnya sangat bodoh. Tapi sekarang, dia memimpin sebuah perusahaan. Menjaga dan menghidupi istri dan anak-anak. Ini waktumu untuk berubah. Kau lah satu-satunya lulusan Suzuran yang tidak bisa apa-apa. Walaupun kau yakuza, kau masih amatir. Tidakkah “School of Crows” mengajarimu sesuatu? Aku rasa belum waktunya putus asa. Ya kan? Kau tak apa-apa? Tentu saja! Aku menakuti mereka semua dengan kemampuanku. Aku mengerti. Baguslah. – Aku kira kau sudah mati. – Aku ini kebal,tahu. Mereka butuh lebih dari itu untuk membunuhku. Kita bisa bertemu? Maaf, aku harus pergi ke suatu tempat. Sampai jumpa. Tentang hari itu. Aku minta maaf. Sifat Ken. Dia memang baik hati. Dia temanmu? Mungkin. Mukamu berantakan sekali. Ada apa? – Seperti ini. – Aduh! Maaf. Mau permen? Ini. Terima kasih. “Sapporo Beer” Ayo.

Genji! Tokio… Kita tidak bisa terus membiarkan mereka seperti ini. aku tak pernah menyuruhmu begitu. Aku suka pemandangan dari atas Suzuran. Menyegarkan. Ayo kita ke sana. Tidak ada yang namanya jujur dalam peperangan. Ya kan? Dasar brengsek! Ada apa? Izaki! Baringkan dia perlahan! Siapa yang melakukan ini Izaki? Apakah Serizawa? Bukan. Aku terjatuh. Jangan. Kita masih kalah jumlah. – Genji! Tunggu! – Jangan halangi aku. Genji! Izaki benar. Kita akan kalah kalau bertarung sekarang. – Itu bukan masalahnya. – Itulah masalahnya! Kalau kau kalah, tamatlah kita semua. Beginilah kenyataan perang yang sesungguhnya. Ini. Minumlah. Ini benar-benar menyakitkan. Sakitnya mungkin lebih sedikit jika aku yang mengalaminya. Selamat datang. Kebetulan sekali, sial?! Kawasan musuh. Tamao… Tokio… Dasar kau brengsek! Akulah targetmu. Kaukah yang menghabisi Izaki? Jangan berlagak bodoh! Hey! Kalau mau ribut, di luar saja! Tunggu, Tamao. Minggir. Aku bilang minggir! Jangan sekarang. Tokio! Tokio! Tokio? Tokio! Tokio! Operasi? Ya.

Aku perlu bicarakan dengan orang tuamu. Aku akan beritahu mereka. Aku bukan anak kecil lagi. Beritahu aku. Kemungkinan operasi ini berhasil adalah… sekitar 30 persen. Jadi, lupakan saja operasi. Jika kemungkinannya hanya 30 persen, – Maka aku akan pertaruhkan 100 persen hidupku. – Tapi kalau kau tak ambil tindakan… Aku tidak akan menyalahkanmu. Aku tidak akan mati. Jangan lari, pengecut! – Hey, Genji! – Kau ini kenapa? Genji! Genji! Genji! Jangan lari! Mulai hari ini. Kalian semua harus menurutiku. Mengerti?! Apa yang kau lakukan? Aku cari anggota, seperti yang Izaki katakan. Bukan begini caranya! Dengar! Kau tidak bisa mengingkatkan kekuatan kita dengan cara seperti ini. Genji! Mereka menghajar Chuta! Awas! Minggir! Chuta! Ada apa? Maaf. Aku mencoba untuk merekrut kelas satu dan bertempur dengan Tokaji. Biar aku saja. Hey. Genji! Hey! Cukup! Kenapa kau jadi liar seperti ni? Maaf, aku tak bisa mengikutimu kalau kau seperti ini.

Tunggu! Makise! Makise! Banyak kejadian yang terjadi belakangan ini. Dan aku kalah. Aku tidak bisa menjaga dan memimpin tim ku. Apa yang kau katakan? Kau sudah sampai sejauh ini, Kita akan menuju tempat yang orang lain belum pernah datangi. Yaitu ke puncak kejayaan Suzuran. Ayolah! Hanya kau yang mampu melakukannya. Percayalah. Aku juga bekas keluaran Suzuran. Pecundang yang sangat bodoh. Tapi itu bukan kau. Jadi, ayo selesaikan. Ayolah. Kau mampu melakukannya! Kau pernah mengatakan itu! Kaulah yang akan mewujudkan impianku! Baiklah, tidak apa-apa, lupakan saja! Lupakan aku! Jadilah lelaki sejati.

OK? Jadilah lelaki sejati. Bukan pengecut. Kau sudah berjanji. Kau harus bisa melalui semua ini. Dengar. Aku datang ke Suzuran untuk melampaui orang tuaku. Melampaui orang tuamu? Mengagumkan! Memangnya apa pekerjaan orang tuamu? Sama sepertimu. “Yakuza Ryuseikai” Ryuseikai? Ya. Apakah kau… anak Hideo? – GPS terus meningkat. – Karena itulah kita perlu melakukan sesuatu. Tanpa Serizawa. Tokaji? – Bukan ide yang baik. – Dengar. Aku punya rencana. Kau ingin menemuiku? Bando! Aku dengar kau memerlukan pasukan untuk menjatuhkan ketuamu. Jika kau melakukan sesuatu untuk kami, kami akan membantumu. Kita dapat 30 orang lagi dari kelas satu dan dua. Yang lainnya terserah kepada Genji. Bersiap sedia lah. Dan jika Genji tak kembali? Kita tetap pergi. Tidak ada jalan untuk kembali lagi sekarang. Lawan aku, bagaimana?. Jika aku menang… Maukah kau kembali bergabung denganku? Kau memanggilku, Bos? Kau sering bermain-main dengan anak-anak Suzuran? Dengan orang yang pernah menghajar orang-orang kita. Sebenarnya, kami mengincar orang yang bernama Serizawa.

Aku ingin kau bunuh dia. Masalahnya… Anak itu…. anak ketua Ryuseikai. Jadi? Jadi… Jika kita bunuh pewaris dari… – Sindikat Ryuseikai… – Itu berarti kita memulai perang. Apakah memang itu tujuannya? Maaf karena aku memberimu banyak masalah, Ken. Izaki akan keluar rumah sakit besok. Aku sudah mulai paham. Apa makna persahabatan. Aku mencarimu. Untuk apa? Aku ingin memberitahumu sesuatu. Kudengar kau sudah tak seperti dirimu belakangan ini. Ini tentang Tokio. Bagaimana dengan dia? Tak ada apa-apa. Dia akan segera kembali. Penyakit tidak dapat menghentikannya. Kita perlu lakukan sesuatu sebelum kepulangannya. Tidak perlu. Memasukkanmu ke rumah sakit akan menjadi hadiah terbaik untuk kepulangannya. Lucu sekali, justru aku yang akan meletakkanmu bersebelahan dengannya di rumah sakit, sebagai hadiah untuknya. Tokio adalah temanku. Dia tidak ada kaitannya denganmu. Aku datang untuk memberitahumu itu. – Sampai ketemu, lelaki malang. – Lelaki malang itu kuat, tahu. Aku iri dengan kalian. Menjalani kehidupan dengan begitu sempurna. Membuatku terharu dengan kebahagiaan. Jika aku habiskan waktu di Suzuran sepertimu, Pasti aku jadi orang yang lebih baik sekarang.

Kau menyedarkanku. Apa-apaan kau? Pukulanku tidak mempengaruhimu. Aku mengerti tenteang pukulan. Aku sudah ambil bagianku. Genji… Jadilah yang terbaik. Hey, Izaki. Kau terlambat. Dari mana saja kau? Kau cerewet dan bau sekali. Selamat datang kembali. Selamat datang kembali. Sudah lama sepertinya, tapi kau tak berubah. Tidak, tuan. Malahan, aku… Mengagumimu, Tuan. Tapi kau tak mengizinkanku bergabung dengan organisasimu. Karena itulah aku bergabung dengan musuh. Bodoh sekali. Aku tidak tahu apa-apa. Ketuaku berencana untuk membunuh Genji. Apa yang kau katakan? Kenapa memberitahu ku? Aku menghabiskan hidupku dengan bersembunyi. Aku mau semua berakhir dengan kejujuran pada diri sendiri. Oh. Tolong berikan ini kepada Genji. Aku dengar kau akan membiarkan dia menggantikan tempatmu jika dia menguasai Suzuran. Bagaimana kalau dia benar-benar menguasai Suzuran? Apa yang akan kau lakukan? Kau mau dia memimpin kehidupan yang seperti ini? Jika dia berhasil menaklukkan Suzuran. Aku yakin dia tak akan memilih hidup seperti ini. – Hey, apa kabar? – Tolong! Kami diculik oleh sekumpulan orang berjaket hitam dengan lambang tengkorak di belakangnya.

Tengkorak? Ya. Aku dengar mereka menyebut “Bando”. Bando? – Tempat mereka di Gudang Narai. – Di mana itu? “Pelabuhan Kijima” – Dasar brengsek. – Genji, Tunggu! Apakah kita akan menghabisi The Armored Front? Kalau itu yang dia mau, itulah yang kita lakukan. Aku mengerti. Aku akan kumpulkan pasukan. Ayo semua! Boleh aku pinjam ini? Pergilah! Mereka bersemangat sekali. Lepaskan Ruka. Siapa itu? Jangan berlagak bodoh! Jangan menculik wanita, pengecut! Baiklah, berhenti! Tidak ada lambang tengkorak? Kau memang hebat. Jadi, bukan kau? Kemampuan kepemimpinan generasi ketiga sudah mulai menurun. Sampai aku bersihkan semuanya. Aku tak memakai lambang tengkorak itu. Aku tak peduli. Jadi, siapa? Orang yang paling banyak menghabisi kami dalam pertarungan? Serizawa.

Kau sudah menghabisi semua anak buahku. Aku mungkin tak dapat mengontrol mereka. Mereka ingin mendapat permintaan maaf. Terutamanya dari dia. Hey! Kami menginginkan telinganya. Telinga? Ya. Satu telinga saja. Cukup satu telinga saja sudah mewakili. Lebih menarik kan? Kau ini benar-benar… Jika itu yang kau mau. Bagaimana kalau ditukar dengan punyaku? Kuberi kau kedua-duanya. Terserah kau saja. Hey, Genji! Aku tidak menginginkan telinga jelekmu itu. Mereka datang pada kami dengan permintaan untuk menculik seorang gadis.

Dia berada di basement Club S. Pergilah. Selamatkan dia kemudian kita selesaikan masalah kita. Siapa peduli siapa yang menang? Kedua pihak itu perlu dimusnahkan. Kita akan habisi orang-orang itu. Aku setuju. Operasi Tokio besok jam 5 sore. Oh. Ada apa? – Lepaskan perempuan tu. – Apa? Jangan pura-pura tidak tahu. Keluar dari sini. Apa yang kau lakukan? kau lagi? Lepaskan dia. Ruka! kau tidak apa-apa? – Di mana Kyoko? – Dia selamat. – Ruka! Aku takut! – Kyoko! Tokaji! Kau tahu apa yang kau perbuat? Aku melakukannya untuk memastikan kemenangan kita. Dasar bodoh! Aku lebih memilih di buat babak belur daripada melakukan hal seperti ini! Kami juga terlibat dalam hal ini. Dasar pecundang. Cuma ada satu pilihan yang harus dilakukan sekarang. Ya. Sepertinya waktunya telah tiba. Besok jam 5 sore. Di lapangan sekolah kita Suzuran. Katagiri…. memberimu ini. Bacalah. “Untuk Genji” “Kejayaan adalah milikmu” “Terbanglah!” “Terbanglah yang tinggi!” Apa yang kalian bicarakan? Dia sangat mempercayaimu. Apa maksudnya? Dia melawan perintah ketuanya yang menyuruhnya membunuhmu. Gen! Tidak ada yang bisa kau lakukan. Aku tak minta pendapatmu. Jangan bodoh. Lelaki itu telah memilih jalan ini.

Dia ingin menebus kesalahannya sendiri. Kau harus meneruskan impiannya. Genji… Jadilah yang terbaik… Ayo lakukan. Semua bersiap! Bisakah tolong berhenti? Tolonglah berhenti. Biar aku jalan sendiri. Tidak apa-apa? Kau yakin tidak ingin bersama Tokio. Kami bertempur bersama. Tokaji! Ayo menang dan hadiahkan itu kepada Tokio. Yeah. Sudah dimulai. Pasukan Serizawa sekitar 100 orang. GPS hanya 70. Jumlah pasukan Serizawa lebih banyak… Dan kuat. GPS tak mungkin menang. Jangan terlalu yakin.

Aku tidak bisa. Kau sangat yakin dengaan dirimu. Kau mungkin boleh saja pergi dan peringatkan mereka. Dasar bodoh. Itu akan menyulitkanmu. Berbaringlah. Kau akan tertidur. Sudah dimulai. Ayo! Aku akan melindungimu hingga kau mencapai Serizawa. Pasukan Serizawa lebih unggul. Kan aku sudah bilang. Tunggu dan lihat saja. Hanya segitukah kemampuanmu? Aku ingin kepala Serizawa. Kenapa Bando membantu GPS? Kurasa mereka lebih senang begitu. Sulit dipercaya. Jumlah mereka sedikit tetapi mampu memberi perlawanan sengit. Tinggal menunggu waktu. – Hey, jelek! – Botak! – Mau operasi plastik? – Botak! Ayo, sini! Jangan keberatan yah. Izaki! Jaga mulutmu, muka babi! Kau mau ini kan? Ambillah. Itu untukmu. Kau menyesal menjadi Yakuza? Tidak. Brengsek! Bajingan kau! Jangan tersinggung.

Ini hanya sebagai contoh. Ayo, Genji! Habisi dia! Ayo sini! Abadikanlah dirimu. Genji! Terbanglah! Genji! Genji! Genji.. Genji.. Sialan! Jika aku tidak bertemu denganmu, hidupku pasti benar-benar akan sia-sia. Terima kasih. Tamao. Ini dari rumah sakit. Bagaimana Tokio? Bagus. Tokio… Dia berhasil. Apa kau bilang? Dia selamat. Antipeluru. Bos. Aku kedinginan. Terima Kasih! Genji! Aku masih hidup! Aku masih hidup! Maaf, tapi… Kalau aku tak mengalahkanmu, berarti aku belum menaklukkan Suzuran.

Kau takkan mampu. Walaupun kau kalahkan Serizawa… Akan selalu ada orang-orang baru yang lebih kuat. Inilah Suzuran. Kau bertarung dan bertarung… sampai kemudian kau tamat sekolah. Menaklukkannya Suzuran hanyalah mimpi. Jangan terlalu yakin. Aku tak akan setengah-setengah. Ayo mulai! Resync & di koreksi oleh : shadestrife @ kaskus.us.

Sumber : www.filmbaru21.com

Tentang Penulis : INFO BANDAR

Gravatar Image
Infobandar, web Informasi bandar judi Online Indonesia terpercaya.

News Feed